Tazkirah
Kasih Tok: Doa yang Tidak Pernah Jemu
Jauh dari Kedah, Tok datang. Tubuhnya uzur, langkahnya perlahan, namun kasihnya untuk Fatin Zahidah menjadi azimat yang menguatkannya untuk datang.
Dengan kerusi roda, dia disorong masuk ke hospital. Hati terlalu rindu bertemu cucu tersayang. Dalam redup matanya, ada harapan yang menyala, diiringi doa dan tawakal kepada yang Esa.
"Dalam perut lagi, jodoh dan ajal dah tertulis. Kalau belum ajal, sat ja. Apa pun, kita reda. Kita orang mengaji," pesan Tok berkali-kali, mengingatkan kami tentang hakikat takdir Ilahi.
Saat diuji, doa dan sokongan keluarga serta sahabat menjadi hadiah yang paling berharga. Ia memberikan kekuatan yang tidak terjangka, menenangkan hati yang gelisah, memujuk jiwa yang berduka.
Kasih Tok dan Tok Wan menjadi bukti bahawa cinta sejati tidak pernah mengenal batas fizikal. Jasad yang semakin uzur, jarak berbatu-batu, atau apa jua rintangan yang memisahkan—semuanya tidak pernah melemahkan kasih mereka. Setiap hari, Tok membaca Yassin dan berdoa berkali-kali untuk Fatin Zahidah, tanpa jemu dan tanpa malas.
Melihat kasih mereka, saya tertanya-tanya: adakah saya mampu mencintai dengan keikhlasan sedalam itu, cinta yang memberi tanpa syarat, tanpa penat?
Namun, kasih Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya jauh lebih besar daripada kasih seorang ibu kepada anaknya, apatah lagi kasih seorang nenek kepada cucunya. Jika kita, manusia yang lemah, tidak sanggup melihat insan tersayang menanggung derita, bagaimana mungkin Allah yang Maha Penyayang tega melakukannya?
Maha suci Allah! Apa yang terlihat sebagai penderitaan di mata kita, mungkin adalah bahasa kasih sayang-Nya—cara Allah melimpahkan rahmat dan hikmah yang hanya akan tersingkap apabila tiba masanya.
Buat semua yang telah mendoakan Fatin, kami tidak mampu mengungkapkan betapa besar penghargaan kami. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat kepada kalian—berlipat kali ganda. Membalas jasa kalian adalah hampir mustahil bagi kami yang serba lemah ini. Namun, Allah As-Syakur, Tuhan yang Maha Menghargai, pasti akan membalas setiap lafaz doa, perhatian, dan kasih sayang yang kalian titipkan dengan ganjaran yang tidak terhingga di sisi-Nya.
Kami hanya mampu terus memohon, agar setiap doa kalian menjadi asbab turunnya rahmat dan kesembuhan untuk Fatin, serta kebaikan yang berlipat kali ganda untuk kalian di dunia dan akhirat.
Ya Allah, sembuhkanlah Fatin Zahidah, berikan kekuatan kepada kami yang menjaganya, dan limpahkan rahmat-Mu kepada semua yang telah mendoakannya. Amin, ya Mujibus Sa-ilin.